RSS

Jumat, 18 Mei 2012

TINGKAT KEANEKARAGAMAN HAYATI



Keanekaragaman hayati dapat ditandai dengan adanya makhluk hidup yang beranekaragam. Keanekaragaman makhluk hiduptersebut dapat dilihat dari adanya abiotik dapat menyebabkan organisme berkembang dan melakukan spesialisasi.

A. Keanekaragaman Tingkat Ekosistem

Ekosistem dapat diartikan sebagai hubungan atau interaksi timbal balik antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup lainnya dan juga antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Makhluk hidup dalam kehidupan selalu melakukan interaksi dengan lingkungannya, baik dengan lingkungan abiotik maupun lingkungan biotik. Bentuk interaksi tersebut akan membentuk suatu sistem yang dikenal dengan isitilah ekosistem. Keanekaragam Tingkat ekosistem adalah keanekaragaman yang dapat ditemukan di antara ekosistem.Lingkungan abiotik sangat mempengaruhi keberadaan jenis dan jumlah komponen biotik (makhluk hidu). Wilayah dengan kondisi abiotik berbeda umumnya mengandung komposisi makhluk hidup yang berbeda. Variasi kondisi komponen abiotik yang tinggi ini akan menghasilkan keanekaragaman ekosistem. Contoh ekosistem adalah: hutan hujan tropis, hutan gugur, padang rumput, padang lumut, gurun pasir, sawah, ladang, air tawar, air payau, laut, dan lain-lain.
Kondisi lingkungan tempat hidup suatu makhluk hidup sangat beragama keberagaman lingkungan tersebut biasanya dapat menghasilkan jenis makhluk hidup yang beragam pula. Hal demikian dapat berbentuk karena adanya penyesuaian sifat-sifat keturunan secara genetik dengan lingkungan tempat hidupnya. Sebagai komponen biotik, jenis makhluk hidup yang dapat bertahan hidup dalam suatu ekosistem adalah makhluk hidup yang dapat berinteraksi dengan lingkungannya, baik dengan komponen biotik maupun komponen abiotiknya.
Jadi keanekaragaman ekosistem adalah segala perbedaan yang terdapat antar ekosistem. Keanekaragaman ekosistem ini terjadi karena adanya keanekaragaman gen dan keanekaragaman jenis (spesies).

Tipe ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat dan ekosistem perairan :

1.   Ekosistem darat

Ekositem darat adalah ekosistem yang lingkungan fisiknya yang berupa daratan.Berdasarkan letak geografisnya ekosistem ini dibedakan menjadi :

·         Bioma gurun
Bioma ini terdapat di daerah tropic yang berbatasan dengan padang rumput . Ciri-cirinya adalah gersang dan curah hujan rendah.suhu pada siang hari sangat tinggi dan mengalami penguapan yang tinggi.tumbuhan di bioma ini berukuran sangat kecil dan dengan memiliki duri  dan akar yang panjang seperti kaktus.

·         Bioma padang rumput
Bioma ini terdapat di daerah tropic ke subtropik.ciri-cirinya adalah curah hujan kurang dari 25-30 cm/tahun dan hujan turun tidak teratur porositas tinggi aliran air cepat.tumbuhan di bioma ini adalah tumbuhan terna dan rumput.hewannya seperti bison,zebra,singa anjing liar,serigala,gajah,jerapah,kangguru,serangga ,tikus,ular.

·         Bioma hutan basah
Bioma ini terdapat di antara daerah tropic dan subtropik.ciri-cirinya adalah curah hujan 200-225cm/tahun.tumbuhan di bioma ini memiliki cirri-ciri tinggi antara 20-40 m,cababg pohon tinggi,berdaun lebat dan memiliki tudung.tumbuhan khas di bioma ini seperti rotan,kaktus,anggrek.hewannya adalah kera ,burung, badak, babi hutan ,harimau dan burung hantu.

·         Bioma hutan gugur
Bioma ini terdapat di daerah beriklim sedang. Cirri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang hutan .memiliki 4 musim yaitu dingin,semi,panas,gugur.hewan pada bioma ini adalah rusa,beruang,rubah,bajing,burung pelatuk,dan rakoon.

·         Bioma taiga
Bioma ini terdapat di belahan bumi bagian utara dan dipegunungan daerah tropic.ciri-cirinya adalah suhu dimusim dingin rendah.tumbuhan di bioma ini sangat sedikit.hewannya adalah moose,beruang hitam,ajag,burung-burung yg bermigrasi.

·         Bioma tundra
Bioma ini terdapat dibelahan bumi bagian utara di dalam lingkaran kutub utara yang terdapat di puncak gunung tinggi.tumbuhan yang dominan yaitu Sphganum,liken,tumbuhan,biji semusim,tumbuhan kayu yang pendek,dan rumput.hewan yang menetap di bioma ini adalah muscox,rusa kutub,beruang kutub.

2.  Ekosistem perairan

Ø  Ekositem air tawar
Ciri-cirinya adalah variasi suhu tidak mencolok ,penetrasi cahaya kurang dan berpengaruh oleh iklim dan cuaca .tumbuhan khas ekosistem ini adalah tumbuhan ganggang.ekositem ini dibedakan menjadi air tenang (danau dan rawa)dan air mengalir(sungai).

Ø  Ekosistem air laut
Ekositem ini terdiri dari lautan ,pantai,estuary,terumbu karang.
·         laut : laut ini ditandai oleh salinitas yang tinggi dengan ion Cl- ,karena suhu tinggi dsn penguapan besar.
·         Pantai : pantai terletak berbatasan dengan ekosistem darat,laut, dan daerah pasang surut.daerah pantai memiliki berbagai komunitas seperti formasi pes caprae dan formasi baringtonia
·         Estuari: merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut .estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas.
·         Terumbu karang : didominasi oleh karang yang merupakan kelompok Cnidaria yang mensekresikan kalsium karbonat.

Ekosistem di Indonesia di antaranya adalah sebagai berikut.

·         Ekosistem vegetasi dataran rendah, contohnya ekosistem hutan rawa di Rawa Danau di Jawa Barat
·         Ekosistem air laut, contohnya ekosistem hutan bakau di Pulau Komodo, Nusa Tenggara
·         Ekosistem vegetasi dataran tinggi, contohnya ekosistem vegetasi di Taman Nasional/Gunung Gede-Pangrango dan vegetasi Acacia di Gunung Baluran. Jawa Timur 

B. Keanekaragam Tingkat Spesies (Jenis)

Keanekaragaman jenis adalah segala perbedaan yang ditemui pada makhluk hidup antar jenis atau antar spesies. Perbedaan antar spesies organisme dalam satu keluarga lebih mencolok sehingga lebih mudah diamati daripada perbedaan antar individu dalam satu spesies (keanekaragaman gen).
Kita dapat mengenal makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya. Misalnya, melalui pengamatan ciri-ciri morfologi, habitat, cara berkembang biak, jenis makanan, tingkah laku, dan beberapa ciri lain yang dapat diamati.
Keanekaragaman tingkat spesies (jenis) adalah keanekaragaman yang ditemukan di antara organisme yang tergolong dalam jenis yang berbeda, baik yang termasuk dalam satu famili maupun tidak. Misalnya, jika membandingkan tanaman jagung, mangga, dan padi atau di antara bebek, ayam, dan kucing.
Perbedaan yang terdapat di antara organisme berbeda jenis lebih banyak dibandingkan dengan di antara organisme satu jenis. Dua organisme yang berbeda jenis mempunyai perbedaan susunan gen yang lebih banyak daripada yang tergolong dalam satu jenis.
Spesies atau jenis memiliki pengertian, individu yang mempunyai persamaan secara morfologis, anatomis, fisiologis dan mampu saling kawin dengan sesamanya (interhibridisasi) yang menghasilkan keturunan yang fertil (subur) untuk melanjutkan generasinya. Kumpulan makhluk hidup satu spesies atau satu jenis inilah yang disebut dengan populasi

C.  Keanekaragam Tingkat Gen

Gen merupakan bagian kromosom yang mengendalikan ciri atau sifat suatu organisme yang bersifat diturunkan dari induk/orang tua kepada keturunannya.
Gen pada setiap individu, walaupun perangkat dasar penyusunnya sama, tetapi susunannya berbeda-beda bergantung pada masing-masing induknya. Setiap makhluk memiliki komponen pembawa sifat menurun. Komponen tersebut tersusun atas ribuan faktor kebakaan yang mengatur bagaimana sifat-sifat tersebut diwariskan. Faktor itulah yang sekarang kita kenal sebagai gen. gen terdapat di lokus gen pada kromosom atau di dalam inti sel setiap makhluk hidup. Akan tetapi susunan perangkat gen masing-masing individu dapat berbeda-beda bergantung pada tetua yang menurunkannya. Itulah sebabnya individu-individu yang terdapat dalam satu jenis dan satu keturunan dapat memiliki ciri-ciri dan sifat yang berbeda. Keanekaragam tingkat gen adalah keanekaragam atau variasi yang dapat ditemukan di antara organisme dalam satu spesies.
Perangkat gen mampu berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam hal ini, faktor lingkungan dapat memberi pengaruh terhadap kemunculan ciri atau sifat suatu individu. Misalnya dua individu memiliki perangkat gen yang sama, tetapi hidup di lingkungan yang berbeda maka kedua individu tersebut dapat saja memunculkan ciri dan sifat yang berbeda.
Gen atau plasma nuftah adalah substansi kimia yang menentukan sifat keturunan yang terdapat di dalam kromosom. Setiap individu mempunyai kromosom yang membawa sifat menurun (gen) dan terdapat di dalam inti sel. Perbedaan jumlah dan susunan faktor menurun tersebut akan menyebabkan terjadinya keanekaragaman gen.Makhluk hidup satu spesies (satu jenis) bisa memiliki bentuk, sifat, atau ukuran yang berbeda. Bahkan pada anak kembar sekalipun terdapat perbedaan. Semua perbedaan yang terdapat dalam satu spesies ini disebabkan karena perbedaan gen.
Meskipun masih dalam satu spesies, penampakan buah jeruk berbeda satu dengan lainnya. Jadi, di dunia tidak ada satu jenis makhluk hidup yang sama persis bentuk dan ukuran maupun warnanya. Perbedaan ini disebabkan adanya keanekaragaman gen.
Contoh lain keanekaragaman tingkat gen yang mudah diamati adalah adanya perbedaan warna merah dan hitam pada ikan koi adanya buah manis dan buah asam pada satu pohon mangga yang sama; dan perbedaan warna kuning, merah, atau putih pada biji jagung.
Susunan perangkat gen inilah yang menentukan ciri atau sifat suatu individu dalam satu spesies.Keanekaragaman tingkat gen yang menunjukkan fenotipe atau penampakan yang berbeda
Apa yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman gen? Perkawinan antara dua individu makhluk hidup sejenis merupakan salah satu penyebabnya. Keturunan dari hasil perkawinan memiliki susunan perangkat gen yang berasal dari kedua induk/orang tuanya. Kombinasi susunan perangkat gen dari dua induk tersebut akan menyebabkan keanekaragaman individu dalam satu spesies berupa varietas-varietas (varitas) yang terjadi secara alami atau secara buatan.
Keanekaragaman yang terjadi secara alami adalah akibat adaptasi atau penyesuaian diri setiap individu dengan lingkungan, seperti pada rambutan. Faktor lingkungan juga turut mempengaruhi sifat yang tampak (fenotip) suatu individu di samping ditentukan oleh faktor genetiknya (genotip). Sedangkan keanekaragaman buatan dapat terjadi antara lain melalui perkawinan silang (hibridisasi), seperti pada berbagai jenis mangga.
Jadi, keanekaragaman gen adalah segala perbedaan yang ditemui pada makhluk hidup dalam satu spesies. Contoh keanekaragaman tingkat gen ini misalnya, tanaman bunga mawar putih dengan bunga mawar merah yang memiliki perbedaan, yaitu berbeda dari segi warna. Atau perbedaan apa pun yang ditemui pada sesama ayam petelor dalam satu kandang.



Sumber :

1 komentar:

redjo forjinso mengatakan...

cukup jelas....

Poskan Komentar

twitter